93 Jenis Gangguan Hati LiverJenis Gangguan Hati Liver merupakan salah satu organ dalam yang memiliki fungsi penting dalam menyaring darah kotor dan racun di darah.

Hati adalah organ yg bisa melakukan regenerasi dengan cepat untuk mengganti sel-selnya yg rusak. Akan tetapi, Apabila sel-sel yg rusak cukup banyak, fungsi dan kerja hati bisa terganggu. Biasanya, fungsi hati akan mulai terlihat penurunannya ketika kerusakan sel-sel hati mencapai 75%.

Tak hanya dapat dialami oleh orang dewasa, gangguan liver juga dapat dialami oleh anak-anak dan bayi. Penurunan fungsi hati umumnya terjadi secara bertahap.

Tahapan kerusakan yg terjadi akan mengikuti perkembangan gangguan yg mendasarinya dan seberapa besar kerusakan jaringan hati yg dialami. gangguan liver mempunyai beragam jenis, namun sebagian gejala dan keluhannya sering kali mirip satu sama lain. Baca juga: Tanaman Untuk Membersihkan Udara

Jenis Gangguan Pada Organ Hati Liver

Tahap Kerusakan Hati

Mengetahui setiap tahap kerusakan jaringan hati sangat penting guna menentukan tindakan pengobatan dan pencegahan kerusakan jaringan lebih lanjut. Berikut merupakan penjelasan masing-masing tahapannya:

Tahap 1

gangguan liver atau gangguan hati pada tahap pada kerusakan hati ini ditandai dengan adanya inflamasi (peradangan) pada sel-sel hati. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan hati menjadi lunak dan membengkak. Apabila tidak ditangani dengan baik, inflamasi bisa membuat kerusakan permanen pada jaringan hati.

Tahap 2

Pada tahap pada kerusakan hati ini, liver mulai mengalami fibrosis, yaitu suatu kondisi saat jaringan parut mulai tumbuh untuk menggantikan jaringan hati yg rusak. Pembentukan jaringan parut sebenarnya adalah proses yg dilakukan oleh badan untuk menyembuhkan luka yg ada di jaringan hati. Namun, pembentukan fibrosis ini justru membuat hati tidak dapat berfungsi dengan normal.

Tahap 3

Tahap ini ditandai dengan terjadinya sirosis, yaitu kerusakan parah pada hati akibat penumpukan jaringan parut pada hati. Sirosis disebabkan oleh gangguan hati yg berlangsung dalam waktu lama. Sirosis hati adalah tahap akhir dari gangguan liver. Pada tahap ini, hati sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Kondisi ini akan ditandai dengan munculnya keluhan dan gejala yg lebih serius.

Tahap 4

Pada tahap ini, kerusakan hati sudah terjadi secara menyeluruh. Kondisi ini menyebabkan hilangnya fungsi hati secara keseluruhan. Tahap ini disebut juga dengan gagal hati. Kondisi ini bisa terjadi secara akut atau kronis.

Kerusakan hati yg sudah mencapai tahap akhir tidak dapat disembuhkan. Penderita kerusakan hati berat umumnya memerlukan penanganan dan perawatan khusus. Salah satu pilihan penanganan yg dianjurkan pada tahap ini merupakan dengan melakukan transplantasi hati.

Penyebab gangguan Liver

Penyebab gangguan liver sangat beragam. Berikut ini merupakan sebagian jenis gangguan liver berdasarkan penyebabnya:

1. gangguan liver terkait alkohol

gangguan liver bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol secara berlebihan. Kondisi ini disebut dengan gangguan hati terkait alkohol. Alkohol bersifat toksik untuk sel-sel hati, terutama ketika hati menyaring alkohol dari dalam darah. Pada saat disaring oleh hati, alkohol bisa menyebabkan kematian sel-sel hati.

2. Perlemakan hati atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD)

Dalam kondisi normal, sel-sel hati seharusnya hanya mengandung sedikit lemak. Penumpukan lemak di sel-sel hati bisa menyebabkan gangguan liver. Perlemakan hati sering kali terjadi pada orang yg mengalami obesitas.

3. Hepatitis

Hepatitis adalah gangguan liver yg muncul akibat peradangan pada jaringan hati. Dan Hepatitis bisa terjadi secara akut maupun kronis. Hepatitis terdiri dari sebagian jenis, di antaranya hepatitis A, B, C, D, E, dan hepatitis autoimun.

4. Hepatitis toksik atau toxic hepatitis

Kondisi ini disebabkan oleh paparan senyawa kimia beracun. Jenis racun yg bisa menyebabkan hepatitis toksik dapat berasal dari obat, suplemen makanan, atau zat kimia lainnya.

Mengonsumsi atau menggunakan obat-obat tertentu secara berlebihan, terlebih tanpa mengikuti anjuran dari dokter dapat menyebabkan gangguan hati. sebagian jenis obat yg bisa menyebabkan hepatitis toksik merupakan paracetamol, amoxicillin, isoniazid, diclofenac, fenofibrate, dan phenytoin.

5. gangguan liver kolestasis atau cholestatic liver disease

gangguan hati akibat kolestasis dapat disebabkan oleh beragam hal, seperti gangguan dari sel hati (hepatocellular cholestasis) atau gangguan saluran empedu (cholangiocellular cholestasis). Penyebab cholangiocellular cholestasis, antara lain primary biliary cirrhosis, cystic fibrosis, dan primary sclerosing cholangitis.

6. gangguan liver yg diturunkan (inherited liver disease)

Masalah penyakit liver ini disebabkan oleh kelainan genetik yg menyebabkan gangguan fungsi organ hati. Dua jenis penyebab gangguan liver genetik yg paling dikenal merupakan hemokromatosis dan defisiensi alfa-1 antitripsin.

7. Kanker hati

Kanker hati adalah jenis kanker yg berawal dari organ hati. Terdapat sebagian jenis kanker hati, yaitu hepatocellular carcinoma (HCC), hepatoblastoma, dan cholangiocarcinoma. HCC adalah jenis kanker hati yg paling sering terjadi.

Faktor risiko gangguan liver

Terdapat sebagian faktor yg bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena masalah penyakit liver, di antaranya:

  • Mengalami obesitas
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Terpapar racun atau zat kimia tertentu
  • Penyalahgunaan NAPZA terutama berbagi jarum suntik
  • Terpapar darah dan cairan badan orang lain
  • Sering berganti pasangan dalam hubungan seksual
  • Menjalani prosedur pemasangan tato permanen atau tindik
  • Menderita diabetes atau peningkatan kadar trigliserida
  • mempunyai riwayat gangguan liver dalam keluarga

Gejala gangguan Liver

Liver atau hati merupakan organ terbesar kedua di dalam badan manusia dengan ukuran kira-kira sebesar bola rugbi dan mempunyai dua bagian (lobus) kanan dan kiri. lalu Liver terletak di perut kanan atas tepat di bawah tulang rusuk. Liver mempunyai sebagian fungsi di dalam badan, antara lain:

  • Menghasilkan empedu yg membantu menghancurkan lemak dan membuang racun di dalam badan
  • Menghasilkan kolesterol dan protein yg berfungsi menyalurkan lemak ke seluruh badan
  • Menyimpan gula untuk cadangan energi dan membantu menjaga keseimbangan gula dalam darah
  • Mencerna obat-obatan menjadi zat aktif di dalam badan, membersihkan darah dari senyawa obat dan zat beracun lainnya, serta membantu pembekuan darah
  • Menghasilkan asam amino yg menyusun protein penting untuk melawan infeksi dan membersihkan sisa metabolisme protein yg beracun bagi badan
  • Menyimpan zat besi untuk membentuk hemoglobin, yaitu komponen penghantar oksigen di dalam sel darah merah dan membersihkan sisa metabolisme hemoglobin dengan membentuk dan membuang bilirubin

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter Apabila Kalian mengalami gejala-gejala di atas. Kalian juga disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter Apabila mempunyai faktor atau kondisi yg dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan liver.

Apabila Kalian mengonsumsi obat-obatan tertentu selalu ikuti anjuran dokter dan lakukan kontrol berkala untuk memantau kemajuan terapi dan ada tidaknya efek samping akibat penggunaan obat.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter Apabila Kalian mengalami nyeri perut yg sangat parah, terlebih Apabila disertai dengan munculnya gangguan kuning dan demam.

Apabila sudah didiagnosis dengan gangguan liver, ikuti terapi yg diberikan oleh dokter. sebagian gangguan liver mungkin akan membutuhkan penanganan intensif.

Diagnosis gangguan Liver

Untuk mendiagnosis gangguan liver, dokter akan menanyakan gejala yg dialami, serta riwayat kesehatan dan faktor risiko yg dimiliki, seperti riwayat mengonsumsi obat-obatan sebelumnya atau jumlah alkohol yg dikonsumsi per harinya.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk untuk melihat perubahan warna kulit dan mata, pembengkakan pada perut dan tungkai, serta ada tidaknya nyeri tekan pada perut pasien. Dan itulah beberapa pembahasan tentang Jenis Gangguan Hati Liver.